IKLAN
A. Pengertian Iklan
Iklan
atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah promosi benda seperti
barang, jasa, tempat usaha, dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor.
Manajemen pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara
keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, hubungan
masyarakat, penjualan, dan promosi penjualan.
B. Jenis-Jenis Iklan
a. Berdasarkan
Medianya :
1. Iklan cetak
· Iklan
Baris
Iklan
baris adalah iklan yang hanya dibuat dalam beberapa baris, umumnya terdiri atas
3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu kolom pada media cetak seperti
koran atau majalah.
· Iklan
Kolom
Iklan
kolom adalah iklan yang dibuat dalam bentuk kolom. Iklan ini lebih tinggi dari
pada iklan baris. Terkadang iklan ini juga dilengkapi dengan gambar, simbol,
atau lambang yang mendukung isi iklan.
2. Iklan
elektronik
· Media
Televisi
Menampilkan
iklan dalam visual gambar dan suara yang jelas dan kualitas yang baik,
rata-rata penayangan selama 30 detik.
· Media
Radio
Menampilkan
iklan dalam bentuk visual suara yang informative dan jelas.
· Media
Internet
Menampilkan
iklan dengan berbagai varian dari mulai bentuk fambar, suara, video, bahkan
film yang dapat membuat konsumen semakin tertarik dengan isi dari iklan.
b. Berdasarkan
Tujuannya :
1. Iklan
Komersial : Iklan yang bertujuan untuk memasarkan barang dan jasa.
2. Iklan
Non-Komersial : Iklan yang digunakan untuk menyampaikan informasi, mempersuasi
atau mendidik khalayak dimana tujuan akhir bukan untuk mendapatkan keuntungan
ekonomi, melainkan keuntungan sosial. Keuntungan sosial disini dapat berarti
penambahan pengetahuan, kesadaran sikap dan perubahan perilaku masyarakat
terhadap masalah yang diiklankan, serta mendapatkan citra baik di mata
masyarakat.
3. Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang
bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengajak atau
menghimbau untuk tidak atau melakukan sesuatu.
Makna dari iklan tersebut
yaitu : Keadaan bumi pada saat ini dibandingkan dahulu sangatlah berbeda. Bumi
yang dulu masih terlihat sangat bersih, indah, dan asri tidak terdapat polusi
yang disebabkan oleh pencemaran udara tinggalah kenangan.. Adanya kerusakan
alam yang disebabkan oleh manusia atau dari alam itu sendiri mengakibatkan bumi
berubah tidak seperti dulu. Sifat manusia yang enggan menjaga, merawat, serta
melestarikan lingkungan membuat kenampakan bumi yang tidak lagi indah. Maka
dari itu, sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran hendaknya kita
memelihara, merawat, serta melestarikan lingkungan dan isinya, selain itu
dengan kita melestarikan lingkungan, maka kita juga telah menerapkan rasa
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kita kenikamatan dari
lingkungan yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, manusia tidak boleh
semena-mena mengeksplorasi alam tanpa memikirkan akibat yang terjadi.


